Sony Vegas : Setting Render Terbaik Untuk Format DVD

Foto : zh.wikipedia.org
Kualitas akhir sebuah video sangat ditentukan pada proses paska-produksi atau video editing. Sebagus apapun konsep dan pengambilan video akan menjadi buruk bila terjadi kesalahan pada proses paska-produksi.

Banyak faktor yang mendukung terciptanya kualitas video yang maksimal, namun dalam artikel ini kita fokus pada render setting saja.

Project Properties Setting

Sebelum kita membahas render setting yang benar, ada baiknya kita pelajari dulu tentang seting di project properties. Karena setting Project Propertes sangat berkaitan dengan bahasan pada artikel ini.  Silahkan buka artikelnya pada link berikut :


Pada dasarnya render setting harus sesuai dengan bahan baku (media properties) video yang akan kita kerjakan. Misal jika video format PAL dengan frame rate 25 fps kita render ke format NTSC yang frame rate-nya 29,97 fps maka kualitas videonya tidak akan sempurna.

Juga ketika kita menggunakan video bahan beresolusi 4:3 kemudian kita render ke format 19:6, maka akan terdapat area hitam di tepian atau gambar yang dihasilkan tidak akan proporsional. Begitu pula sebaliknya.

Menurut pengalaman kami untuk mendapatkan kualitas terbaik, kami menyarankan untuk merender project sony vegas ke format AVI terlebih dahulu. Kemudian kita convert file AVI tersebut ke format VOB menggunakan software ProCoder atau Sony DVD Architect.

Dari kedua converter software di atas kami lebih menyarankan anda menggunakan ProCoder karena kualitas gambarnya lebih jernih. Tetapi ProCoder mempunyai kekurangan yaitu tidak bisa mem-build file VOB dengan sumber file AVI lebih dari satu.

Jadi jika project anda berbasis track kami menyarankan anda menggunakan Sony DVD Architect yang selain mendukung project berbasis track software ini juga menyediakan desain DVD menu.

Berikut contoh setting render AVI yang benar. Pada contoh di bawah kami menggunakan kamera Sony SD1000 yang memiliki format video 720x576, PAL (25 fps), pixel aspect ratio yang kami gunakan 19:6.

Field Order

Pada gambar setting di atas, Field order yang seharusnya upper field first kami ganti dengan None (Progressive scan) karena hasilnya akan lebih jernih setelah di-convert dengan ProCoder atau DVD Architect.

Memang sedikit melenceng dari teori, bahwa field order yang benar untuk DVD bukan menggunakan None (Progressive scan). Namun setelah kami lakukan eksperimen berulang kali hasil terjernih tetap jatuh pada pilihan None (Progressive scan).

Menurut logika kami, field order None (Progressive scan) lebih jernih dikarenakan video yang kita kerjakan masih diputar/ ditampilkan di layar komputer dan masih akan diproses lagi ke dalam format DVD (VOB). Yang mana field order none (progressive scan) memang kompatibel dengan layar komputer atau LCD.

Namun perlu diketahui kelemahan dari field order "None (progressive scan)" adalah ketika menjalankan video dengan efek slow motion akan timbul ghosting atau terlihat patah-patah.

Untuk slow motion yang halus kita bisa memakai field oder "Lower field first" (bottom), dengan resiko gambar yang cenderung ber-flicker atau muncul bintik-bintik yang mengganggu pada area tertentu, terlebih di sekitar gradasi warna.

Jadi silahkan pilih sesuai kebutuhan saja, jika video yang kita kerjakan terdapat slow motion, silahkan gunakan field order "Lower field first". Dan jika video yang kita kerjakan hanya liputan biasa gunakan "None (progressive scan)".

Video Format

Selanjutnya pada kolom video format kami menggunakan pilihan uncompressed. Perlu diketahui format uncompressed video membutuhkan ruang harddisk yang sangat besar.

Jika harddisk yang kita gunakan tidak memadai silahkan ganti pilihan di kolom video format dengan "Pal DV" untuk rasio gambar 4:3 dan "PAL DV Widescreen" untuk rasio gambar 19:6 atau ganti PAL dengan NTSC jika project yang anda kerjakan berformat NTSC.

Karena ruang penyimpanan yang dibutuhkan jauh lebih kecil dibanding format uncompressed. Dan hasilnya masih terlihat baik meski tidak sejernih format uncompressed.

Setelah proses render selesai barulah kita convert ke VOB dengan ProCoder, DVD Arcitect atau software DVD builder lainnya. Penjelasan cara menggunakan ProCoder silahkan klik link di bawah :


Bitrate

Satu hal lagi yang menentukan kualitas sebuah DVD Video adalah bitrate. Semakin tinggi bitrate akan semakin baik hasilnya, namun semakin tinggi bitrate akan semakin besar pula ukuran filenya. 

Jadi untuk menggunakan bitrate yang tinggi kita harus membatasi durasi video hanya 60 menit agar cukup untuk dimuat pada sebuah DVD 4.7 (4.37GB) dengan bitrate 8.000 kb/s, dan bitrate audio 192 kb/s (2 stream stereo).

Bitrate maksimal untuk sebuah DVD Video adalah 9.800 kb/s, namun menurut kami bitrate 7.000 kb/s sudah cukup bagus supaya durasi video bisa lumayan panjang. Penjelasan detil mengenai bitrate akan kita bahas pada artikel ProCoder di atas.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Perhatian :
Kini "tukangsutingkampung.blogspot.com" bisa diakses dengan domain baru "matsuting.com".....
Semoga anda makin nyaman membaca.
1 Komentar untuk "Sony Vegas : Setting Render Terbaik Untuk Format DVD"

Kerreen kang.... makasih infonya

Back To Top