Teknik Cepat Mengerjakan Video Liputan Ketika Kebanjiran Job

Foto : pixabay.com
Teknik dalam artikel ini pada dasarnya adalah mempersiapkan rekaman video supaya terstruktur (tersusun rapi) dan mudah untuk diedit.

Bahkan bila perlu editor video tidak usah lagi menyusun dan membolak-balik rekaman video satu per satu, cukup mengoreksi ala kadarnya dengan waktu 1 - 2 jam saja.

Meskipun pada hakikatnya pekerjaan seorang editor video adalah mengoreksi dan menyusun hasil rekaman kamera sedemikian rupa supaya video bisa dinikmati.

Namun ketika studio dihadapkan pada pekerjaan yang menumpuk, kita dituntut untuk cepat dalam pengerjaan setiap project. Yang mana proses paska produksi atau editing video memakan waktu yang lama jika pengambilan gambar dilakukan dengan asal-asalan.

Selain cepat video liputan yang kita kerjakan juga harus berkualitas untuk tetap menjaga reputasi studio kita di mata pelanggan.

Di artikel ini matsuting.com akan membahas langkah-langkah yang dapat membantu percepatan proses editing sebuah video liputan dengan tetap menjaga kualitas. Silahkan simak dengan teliti jangan sampai melewatkan paragraf demi paragraf berikut.

1. Kuasai Acara

Sebelum mempersiapkan rekaman liputan yang terstruktur kita harus mengetahui dulu seperti apa acara akan dilaksanakan

Karena meliput acara yang tidak kita ketahui ujung pangkalnya hanya akan memboroskan banyak hal, mulai dari waktu, tenaga, pikiran, klip, baterai, dan masih banyak lagi.

Yang mesti kita lakukan adalah :


::Berkomunikasi dengan pelanggan atau panitia

Bila memungkinkan mulailah berkomunikasi beberapa hari sebelum acara dilaksanakan. Mintalah informasi tentang garis besar acara yang akan kita liput. Supaya kita dapat mengukur dan merencanakan persiapan liputan.

::Mintalah informasi detil acara seperti event organizer, jenis hiburan, sound system, lokasi acara, susunan acara, gladi bersih (jika ada), serta orang-orang dominan yang wajib kita sorot.

Sebagai contoh ketika meliput acara pernikahan, cari tahu siapa saja keluarga dekat pengantin yang nantinya akan dominan ditampilkan di video.

Karena dari pengalaman matsuting.com dahulu kala pernah dikomplain pelanggan wedding karena salah satu paman pengantin jarang disorot kamera. Hahaha!


::Ikuti gladi bersih (jika ada)

Supaya kita dapat mempersiapkan peralatan yang digunakan dengan terperinci. Seperti perkabelan, posisi lampu, posisi layar/ preview, posisi kamera saat moment tertentu dan seting-seting lainnya.

Saat melakukan seting usahakan serapi mungkin dan jangan sampai merusak tatanan dekorasi, karena dekorasi juga membantu mempercantik video kita nantinya. Dan susunan alat yang asal-asalan hanya akan menurunkan citra studio.


::Berkoordinasi dengan panitia

Supaya  mempermudah segala urusan seperti seting, kelistrikan, keamanan dan protokoler acara. Karena pada saat acara berlangsung biasanya banyak sekali gangguan mulai dari anak-anak hingga fotografer dadakan yang akan mengganggu proses pengambilan gambar.

::Bangun keakraban dengan pelanggan

Fungsi keakraban adalah mengurangi rasa canggung pelanggan saat disorot kamera. Khusus untuk acara pernikahan, jalin keakraban lebih dengan calon pengantin.

Hal ini akan mempermudah dan mempercepat proses pengambilan gambar dan pastinya juga akan memperkecil kemungkinan pemborosan klip.

Manfaat lain (ketika sudah menguasai acara) kita dapat merencanakan porsi setiap momen seremonial dalam sebuah video liputan.

Misal pada acara pernikahan muslim, kita alokasikan 5% untuk perkenalan, 30% akad nikah, 20% acara adat atau keagamaan, 40 % resepsi, 5% penutup.

Jadi juru kamera sudah mendapat gambaran tentang durasi rekaman di setiap bagian acara untuk menghindari pemborosan rekaman.

2. Persiapan Pra-Acara

Setelah menguasai acara langkah selanjutnya adalah briefing semua kru. Setelah memberi penjelasan tentang acara yang akan diliput, mintalah masukan dari setiap kru karena biasanya mereka sudah paham dengan bidangnya masing-masing.

Khusus antara juru kamera dan editor video harus disinkronkan terlebih dahulu. Karena duet ini harus saling memahami dalam metode pengambilan gambar dan teknik yang tepat dalam setiap momen.

Editor video harus paham maksud dari juru kamera dalam setiap video yang terekam, supaya editor video dapat menentukan titik mana yang harus dipotong atau tetap ditampilkan. Hal ini untuk mengurangi klip yang terbuang sia-sia dan tentunya mempercepat pengerjaan editing atau paska-produksi.

Hal-hal penting yang harus kita persiapkan adalah :

A. Lampu yang memadai

Foto : commons.wikimedia.org
Usahakan pencahayaan video selalu memadai (tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap baik di dalam ataupun di luar ruangan).

Yang terpenting lagi adalah pencahayaan yang stabil di setiap sudut lokasi, supaya memudahkan pekerjaan editor video ketika mengolah terang gelap video.

Karena hanya untuk mengolah terang-gelap sebuah video akan banyak menyita waktu pada proses editing.

Lampu standar untuk video liputan adalah lampu 1000 watt seperti pada gambar. Jika hanya memiliki 1 lampu sediakan 1 orang kru untuk menggotong lampu ke mana saja kamera menyorot. Atau jika ingin lebih simpel pasang lampu video LED saja di atas kamera.

Gunakan mode auto exposure pada kamera supaya pencahayaan lebih stabil, kecuali juru kamera sudah sangat peka pada perubahan cahaya sekitar.

B. Tripod / stabilizer

Perlu diingat video liputan bukanlah video seni, jadi minimalisir teknik panning, sliding, moving, zooming dan pergerakan kamera lainnya kecuali benar-benar diperlukan. Karena pada dasarnya teknik pergerakan kamera tidak terlalu diperlukan pada video liputan, cukup stay saja dengan dominan wide angle.

Usahakan kamera selalu terpasang pada tripod, untuk hasil rekaman yang stabil dan terlihat profesional.

Gunakan zoom hanya ketika mengambil gambar candid atau close up sesekali saja, misal untuk merekam ekspresi atau pernak-pernik.

Perlu diingat ketika mengakhiri rekaman dengan menekan tombol stop/ pause pada kamera, beri kesempatan kamera untuk menyelesaikan penyimpanan ke memori. Jangan langsung beranjak karena gerakan kamera saat beranjak biasanya ikut terekam.

Tentunya juga akan menghambat pekerjaan editor jika ini terjadi pada setiap akhir rekaman. Pada kamera merk/ jenis tertentu proses penyimpanan rekaman ke memori memang sedikit lebih lambat.

Stabilizer (www.youtube.com)
Jika acara yang kita liput mengharuskan banyak pergerakan, gunakan stabilizer untuk meredam getaran.

Tenang...! Kini stabilizer sudah tersedia versi murahnya, banyak dijual di toko-toko online.

Perlu diketahui penggunaan tripod atau stabilizer bukan bermaksud mempersulit pekerjaan di lapangan, tapi malah mempermudah.

Karena dengan banyaknya getaran atau gerakan gambar yang tidak diinginkan akan semakin memperpusing edtor video nantinya. Hal ini dipastikan akan menghambat percepatan kelarnya video liputan. Kecuali pelanggan suka video seperti gempa bumi. :D

C. Perekam suara

Nah, ini lagi yang sering memperlambat pekerjaan editor video, yaitu mengolah suara yang tidak jelas.

Usahakan merekam audio menggunakan laptop atau perekam suara portable langsung dicolok dari mixer sound system.

Karena apabila kita hanya mengandalkan rekaman standar kamera hasilnya cenderung noise, bahkan tidak menutup kemungkinan suara utama tertutup oleh suara angin dan suara sekitar.

Jika memang terdesak karena keterbatasan alat, posisikan kamera sedekat mungkin dengan sumber suara yang akan direkam.

Yang dimaksud sumber suara di sini bukanlah sound/ speaker, melainkan manusia atau sesuatu yang sedang kita rekam, misal orang berpidato, pengantin, penghulu, perangkat adat atau apa saja yang suaranya wajib kita rekam.

Perlu diingat jika kita mengandalkan rekaman suara bawaan kamera, jangan terlalu dekat dengan sound system karena suara yang terekam berpotensi over alias tidak enak didengar.

3. Urutkan Rekaman

Mintalah susunan acara pada panitia dan mulailah merekam sesuai urutan dengan tertib. Urutan rekaman di sini dimaksudkan supaya hasil rekaman tersusun tanpa harus disusun ulang oleh editor.

Pengurutan yang dimaksud adalah juru kamera harus fokus pada momen yang sedang diliput. Objek atau suasana yang direkam hanya yang berkaitan dengan momen yang sedang berlangsung, jangan mencampur adukkan hal-hal yang diluar tema momen tersebut.

Misal ketika acara adat sedang berlangsung, fokuslah hanya pada acara tersebut dan hal-hal yang berkaitan saja, seperti tamu / penonton, pemain musik, pernak pernik di sekitar, dan hal-hal yang menurut kita masih nyambung dengan acara tersebut.

Jangan malah merekam suasana parkir atau dapur. Jadi usahakan cerita tidak melompat-lompat keluar dari tema.

Satu hal lagi tentang pengurutan, usahakan merekam sesuai dengan kronologis. Misal untuk merekam pembuka (awal) resepsi pernikahan, mulailah merekam dari luar gedung seperti jalan raya, pintu gerbang, nama gedung, gedung dari sudut lebar (wide), pintu masuk, dan seterusnya sesuai dengan kronologis tamu masuk.

Khusus untuk merekam momen non seremonial, usahakan durasi setiap rekaman tidak melebihi 5-7 detik. Karena durasi klip yang terlalu lama terkesan monoton dan kurang enak ditonton.

Jika juru kamera merasa ada rekaman yang salah atau tidak sempurna segera hapus klip tersebut selagi masih ingat. Usahakan tidak ada rekaman yang sama atau duplikasi rekaman.

Karena yang biasa terjadi juru kamera sering merasa tidak yakin dengan rekaman sebelumnya dan merekamnya ulang momen atau gerakan yang sama. Selanjutnya mengandalkan editor untuk memilih rekaman yang terbaik.

Duplikasi seperti itu boleh-boleh saja dilakukan, tapi khusus untuk project video liputan tidak terlalu dibutuhkan malah akan memperlambat pekerjaan editor saja.

Namun perlu diingat target durasi juga harus terpenuhi jangan sampai kekurangan durasi rekaman. Jika target durasi benar-benar kurang tambahkan durasi momen-momen pendukung seperti dapur, parkiran, wawancara, hiburan, kesibukan panitia, dan lain sebagainya.

Selanjutnya untuk meletakkan urutan momen-momen pendukung diskusikan dengan kru terutama editor dan juru kamera yang sudah berpengalaman.

4. Seleksi Rekaman

Setelah selesai acara atau keesokan harinya usahakan menseleksi rekaman dari kamera di komputer supaya lebih jelas.

Sebaiknya pekerjaan ini dilakukan oleh juru kamera karena juru kamera yang lebih menguasai hasil rekamannya sendiri.

Jika durasi rekaman melebihi target buang sebagian rekaman yang kurang begitu penting sampai tercapai target durasi yang diinginkan.


Selanjutnya tugas editor adalah mensinkronkan video dan audio, mengkoreksi dan mempercantik video seperti menambahkan teks, membuat opening, membuat penutup, mengkoreksi warna, render dan burning. Tentunya sesuai dengan ciri khas studio dan nilai project yang dikerjakan.

Teknik cepat mengerjakan video liputan dalam artikel ini wajib kita kuasai ketika dihadapkan pada deadline. Terlebih ketika studio kita lagi kebanjiran job.

Jika kita berlambat-lambat ria, bisa dipastikan studio akan kebanjiran komplain dari pelanggan yang menanyakan kapan video liputannya jadi. Dan tidak menutup kemungkinan pelanggan yang kecewa akan segera berpaling ke lain hati.

Mungkin sekilas teknik dalam artikel ini terasa sulit untuk dipraktekkan, namun ketika sudah dipraktekkan selama 2 - 3 kali project akan terasa mudah. Dan kita akan tetap tenang dan santai ketika dibanjiri job.

Sekian dulu artikel kali ini, jika ada kritik dan saran silahkan sampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih dan semoga bermanfaat!
0 Komentar untuk "Teknik Cepat Mengerjakan Video Liputan Ketika Kebanjiran Job"

Back To Top