Kesalahan Konyol Saat Merekam Video Yang Fatal Akibatnya, Jangan Sampai Menimpamu

https://live.staticflickr.com/19/23144257_392b0696df_b.jpg

Foto ilustrasi (https://live.staticflickr.com)
MATSUTING.COM - Kesalahan konyol dan terlihat sepele juga berpotensi berakibat fatal merusak kulitas video yang kita kerjakan, bukan hanya bagi videografer yang masih amatir bahkan yang sudah pro sekalipun.

Berikut beberapa kesalahan konyol yang mungkin jarang kita pikirkan yang dirangkum berdasarkan pengalaman penulis sendiri maupun kawan seprofesi di lapangan. Semoga tidak menimpa teman-teman pembaca sekalian.

1. Kebalik menekan tombol record

Kebalik menekan tombol record artinya kita meyangka sedang memulai merekam video, namun ternyata kita malah mengakhiri rekamannya.

Biasanya ini terjadi ketika sebelumnya kita tak sengaja menekan tombol record, kemudian ketika bermaksud ingin memulai record tapi malah menekan tombol stop record.

Sukur-sukur kalau adegan bisa diulang, tapi kalau sebaliknya, kita akan kehilangan momen berharga yang awalnya ingin kita rekam.

Maka dari itu pastikan sebelum memulai merekam video, pastikan kamera maupun kamera ponsel dalam keadaan standby, kemudian perhatikan juga apakah indikator record atau timer sedang berjalan.

Tetap jaga fokus saat merekam, jangan lupa minum air dan beristirahatlah saat mulai lelah.

Karena kesalahan yang satu ini, pernah matsuting alami ketika merekam statemen tokoh penting sekelas menteri, setelah beliau menutup statemennya kameraman baru sadar bahwa kameranya tidak sedang merekam. Auto-kesal, kan!

2. Lupa membackup file dan mengisi baterai kamera

Kesalahan yang ini sering terjadi pada teman-teman pemula, termasuk matsuting sendiri dulunya. Hehe. 

Lupa membackup file di memori kamera, pas kita turun liputan memori penuh dan tidak bisa digunakan merekam. Sementara memori yang dimiliki hanya satu doang. Panik gak tuh?

Sama halnya ketika kita lupa mengisi baterai kamera, sungguh kelalaian yang sangat fatal.

Selalu kontrol ruang memori, luangkan waktu untuk membackup semua file yang ada di memori kamera. Dan jangan lupa mengisi baterai kamera setidaknya sehari sebelum kamera digunakan. Hal ini wajib kita masukkan dalam prosedur standar kita saat persiapan.

3. Merokok di dekat kamera

Seringkali kita bosan saat menunggu proses perekaman sebuah video, kemudian iseng membakar sebatang rokok dengan dalih agar tetap konsentrasi pada perekaman video tersebut.

Mungkin sekilas tidak terjadi apa-apa, namun setelah masuk proses editing, ada kelibat asap rokok yang mengganggu footage kita.

Hal ini tentunya sedikit banyak akan mengurangi kualitas footage kita, apalagi kalau terjadi berulang kali. Poin ini juga wajib masuk dalam daftar prosedur satndar kita dalam pengambilan gambar.

Untuk mengganti rokok mungkin bisa kita siapkan air mineral untuk mengusir kebosanan, juga untuk mempertahankan konsentrasi juru kamera saat merekam video yang berdurasi panjang.

4. Lupa mematikan data (smartphone)

Bagi yang menggunakan kamera ponsel untuk merekam video, wajib tahu hal ini. Gak enak banget kalau saat kita merekam sebuah video tiba-tiba ada yang nelpon, makin parah kalau ponsel tidak dalam mode senyap/ sillent.

Parahnya ada beberapa merk ponsel yang secara otomatis menghentikan perekaman ketika ada panggilan masuk. Jadi jangan lupa gunakan mode pesawat selama merekam video.

5. Mengabaikan pentingnya audio

Poin ini berlaku bagi kita yang sedang mengerjakan video naratif atau jurnalistik, artinya video yang membutuhkan elemen suara untuk memperkuat penyampaian informasi.

Para pemula mungkin cenderung megabaikan hal ini, karena seringkali hanya fokus kepada kualitas visual saja.

Untuk memperjalas suara yang direkam, gunakan microfon eksternal seperti shotgun mic, clip-on, ataupun perangkat perekam audio eksternal.

Cek artikel khusus audio yang matsuting buat untuk kamu, klik di sini -> Merekam Audio Untuk Video Profesional

6. Terlalu percaya pada stabilizer bawaan kamera

Dari pantauan kami, sebagian teman videografer ada yang merasa ribet ketika diharuskan membawa tripod ketika liputan dan sudah yakin dengan fitur stabilizer bawaan kamera.

Ketika kita preview hasil rekaman di kamera baik-baik saja, namun ketika video diputar di layar yang besar visual akan cenderung shaking/ goyang.

Bagi para profesional visual yang stabil adalah sebuah keharusan, kecuali kita sengaja membuat video shaking untuk membangun suasana yang tegang seperti dalam adegan film action.

Selalu gunakan tripod saat merekam sebuah video, kalu ingin lebih ringkas dan lincah bergerak bisa kita gunakan monopod atau gimbal.

7. Pasrah kepada mode auto di kamera

Poin yang ini umum terjadi pada videografer pemula yang malas belajar tentang eksposure. Pada situasi pencahayaan yang stabil/ datar mode auto oke-oke saja digunakan.

Namun ketika cahaya yang tersedia terlalu kontras artinya memerlukan dinamic range yang luas maka kamera akan sulit menentukan mettering pencahayaan yang pas.

Luangkan waktu belajar tentang eksposure fotografi untuk mengoperasikan kamera dengan mode manual exposure. Karena semakin besar project yang kamu kerjakan akan menuntut kualitas visual yang lebih baik dan terkonsep, yang tentunya memerlukan pengaturan tingkat lanjut seperti manual exposure dan perencanaan grading warna.

Kesimpulan

Selalu rencanakan setiap pekerjaan dengan baik dan terperinci, jaga konsentrasi ketika bekerja, dan selalu luangkan waktu untuk belajar lebih dalam.

Sekian dulu artikel ini, kesalahan mana yang pernah kalian alami? Atau ada pengalaman lain, silahkan tulis di kolom komentar!

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Kesalahan Konyol Saat Merekam Video Yang Fatal Akibatnya, Jangan Sampai Menimpamu Kesalahan Konyol Saat Merekam Video Yang Fatal Akibatnya, Jangan Sampai Menimpamu Reviewed by Masje on 13.35.00 Rating: 5

2 komentar:

  1. Poin 1 dan 2 paling geselin. Poin 7 sering terjadi. Hehe. Mksh admin, insiratif

    BalasHapus

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.